oleh

Irman Gusman Lantik Masyhuri Hamidi, SE. M.Si. Ph.D. CFP, Sebagai Rektor Metamedia

-Daerah-109 Dilihat

Padang- Akhirnya perjuangan Masyhuri Hamidi, SE. M.Si. Ph.D. CFP menjadikan STMIK Indonesia Padang jadi Universitas Metamedia tuntas sudah. Wajar dia dipercayai sebagai rektor karena berkat kepiawaianya Perguruan Tinggi tersebut berobah total dari satu program studi, sekarang jadi lima prodi.

Jasa Masyhuri Hamidi terhadap perkembangan STMIK Indonesia Padang, mungkin tak bisa terbalaskan. Puncaknya, dia dilantik menjadi rektor pertama Universitas Metamedia oleh Irman Gusman, Ketua Yayasan Amal Bakti Mukmin Padang.

“Ini berkat campur tangan Allah SWT, kalau saya sendiri yang berkerja tidak mungkin cepat tercapai. Jadi semua keberhasilan karena adanya tangan-tangan lain yang ikut berperan, yaitu, dosen dan karyawan STMIK Indonesia Padang,”ujarnya saat memberi sambutan usai pelantikan di aula kampus tersebut, Jum’at (30/9/2022).

Sebelum dilantik jadi Rektor Metemedia, Masyuri Hamidi lebih dulu sowan kepada Rektor Unand. Sebab dia adalah salah satu dosen pada Perguruan Tinggi tersebut.”Ya, saya harus minta izin dulu lah kepada Rektor Unand sekaligus minta dukungan sama beliau,” ucapnya.

Tantangan yang bakal dihadapi dosen senior Unand itu cukup berat, karena untuk pengembangan Universitas Metamedia tidak semudah membalikan telapak tangan.

“Banyak tugas yang harus segera saya lakukan ke depan, agar kampus ini mengalami peningkatan dari segala segi. Ibarat hotel melati naik pangkat menjadi hotel bintang lima, maka perubahan besar harus dilakukan,” kata Masyhuri kepada para wartawan.

Ia mengatakan, pihaknya membutuhkan dukungan semua pihak, terutama yayasan untuk bersama-sama membesarkan Universitas Metamedia. Terutama jumlah mahasiswa yang harus terus ditingkatkan, meski persaingan antar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) semakain ketat, pihaknya optimis Universitas Metamedia bisa menggaet mahasiswa dalam jumlah banyak.

Baca juga  Warga UKS Bikin Camat “Berkeringat”

“Kita sangat konsen dengan digitalisasi teknologi yang tentunya menjadi minat banyak mahasiswa baru,” tambahnya.

Ketua Pembina Yayasan Amal Bakti Mukmin Padang H Irman Gusman. SE. MBA mengatakan, perubahan status STMIK Indonesia menjadi Universitas Metamedia Padang, merupakan suatu jawaban tantangan dari perubahan transformasi di era digitalisasi.

“Sekarang ini kampus tidak perlu besar-besar, namun mahasiswanya bisa darimana saja. Mahasiswa tidak hanya bisa belajar langsung ke kampus, tapi juga bisa secara virtual. Mahasiswa bisa datang dari mana saja, dari Papua, Sulawesi dan lainnya. Dengan metaverse nanti bisa buat avatar-avatar yang disukai dan bertemu di dunia maya,” ungkapnya.

Menurutnya, minat anak-anak milenial pada ilmu pengetahuan teknologi sangat tinggi. Ia berharap Universitas Metamedia bisa menjadi nilai tambah di bidang digitalisasi untuk pendidikan tinggi di Indonesia umumnya dan di Sumbar khususnya. “Kehadiran Universitas Metamedia menambah jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) dalam bentuk universitas di Sumbar,” ungkapnya.

Saat ini, di Sumbar terdapat 91 PTS. Sumbar merupakan provinsi terbanyak memiliki PTS dibandingkan daerah lain di bawah LLDIKTI Wilayah X. Transformasi STMIK Indonesia Padang ini, berubah status menjadi Universitas Metamedia Padang, seiring dengan perkembangan mutakhir dan kemajuan teknologi digital, mengingat Universitas Metamedia ini, merupakan satu-satunya di Wilayah X ini yang didedikasikan khusus dibidang teknologi.

“Ke depan Universitas Metamedia Padang ini, bisa menjadi salah satu rujukan bagi calon mahasiswa se Indonesia yang tertarik untuk kuliah dibidang teknologi digital,” harapnya.


Sementara Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Afdalisma, SH, MPd berpesan kepada rektor Universitas Metamedia Masyhuri Hamidi, S.E., M.Si., Ph.D., CFP untuk terus menjaga harmonisasi civitas akademika untuk mewujudkan kampus yang berdaya saing, terpercaya dan maju.

Baca juga  Dansatgas TMMDN Kodim 0306/50 Kota Ikuti Upacara Virtual Peringatan HUT Bhayangkara ke 75

“Langkah awalnya harus dimulai dari mempersiapkan sarana dan prasana yang memadai, SDM dosen serta tenaga kependidikan yang unggul,” pesannya. (almadi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *