oleh

Randai Alang Babega Tui Kuranji Kembali Aktif

PADANG- Bagi masyarakat Minangkabau khusunya Kota Padang, kesenian tradional randai, merupakan salah satu permainan tradisional yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran. Selanjutnya, para pemain randai melangkahkan kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik, tari, drama dan silat menjadi satu.

Untuk melestarikan tradisi tersebut sasaran silat Harimau Kuranji Kota Padang kembali menghidupkan randai sebagai kesenian tradisional dengan nama grup Alang Babega, grup randai yang dipimpin Syafarudin ini memiliki 19 anggota. 

“Ini merupakan generasi kedua dari grup randai Alang Babega yang berdiri tahun 2002 lalu, karena anggota dari grup randai ini sudah fakum ada yang sudah bersuami dan ada juga yang merantau makanya tidak aktif lagi, namun seiring zaman tradisi ini harus tetap dipertahankan maka dihidupkan lagi dengan basah ayam bertanda grup randai ini menerima murid,” ujar Syafarudin. 

Dengan dihidupkan lagi grup randai ini, disambut baik oleh Ketua IPSI Padang, Zulhardi Z Latif yang juga anggota DPRD Kota Padang fraksi Golkar ini. 

“Kita sangat menyambut baik dengan dibukanya kembali sasaran randai Alang Babega ini, ini merupakan kegiatan positif bagi anak-anak kita dengan berkegiatan seperti ini mereka akan terhindar dari bahaya modern lisasi yang ada sekarang ini, ” ujar Zulhardi Z Latif yang biasa di sapa Buya ini. 

Hal yang sama juga disampaikan Ketua KAN Pauh IX Suardi Dt Rajo Bujang. “Kita menyambut baik dengan kehadiran grup randai Alang Babega ini, sehingga setiap ada kegiatan di kantor KAN akan ada seni tradisional ini, selama ini yang sering tampil adalah silat, namun dengan adanya grup randai Alang Babega tentu akan menambah semarak, ” ulasnya. 

Baca juga  PT Semen Padang Bagikan 1.111 Masker

Randai dipimpin oleh satu orang yang biasa disebut panggoreh, yang mana selain ikut serta bergerak dalam lingkaran legaran ia juga memiliki tugas yang sangat penting lainya yaitu mengeluarkan teriakan khas misalnya hep tah tih untuk menentukan cepat atau lambatnya tempo gerakan dalam tiap gerakan. Tujuannya agar Randai yang dimainkan terlihat rempak dan menarik serta indah dimata penonton Randai tersebut. Biasanya dalam satu group Randai memiliki panggoreh lebih dari satu, yang tujuannya untuk mengantisipasi jika panggoreh utama kelelahan atau kemungkinan buruk lainnya, karena untuk menuntaskan satu cerita Randai saja bisa menghabiskan 1 hingga 5 jam bahkan lebih.

Cerita randai biasanya diambil dari kenyataan hidup yang ada di tengah masyarakat. Fungsi Randai sendiri adalah sebagai seni pertunjukan hiburan yang didalamnya juga disampaikan pesan dan nasihat. Semua gerakan randai dituntun oleh aba-aba salah seorang di antaranya, yang disebut dengan janang. (naldi) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *