oleh

PLN Segel Listrik Sport Hall, Gaji Karyawan KONI Menunggak

-Olahraga-138 views

Padang-PLN menyegel meteran listrik di Sport Hall tempat latihan atlet Sumbar karena belum dibayar. Sedangkan, sebanyak 16 orang karyawan KONI belum terima haknya.

“Petugas PLN telah melakukan penyegelan meteren dan memberi surat peringatan agar segera dilunasi tagihan listrik. Jika menunggak mereka akan mencabut aliran listrik di gedung Sport Hall,” jelas Furqan Kepala Sekretariat kantor KONI Sumbar, Kamis (29/4/21).

Selain menunggaknya tagihan listrik, belasan orang karyawan KONI Sumbar tidak terima gaji dan nasib mereka bagaikan anak kehilangan induk.”Kemana mau mengadu lagi, sekarang buat makan sehari-hari terpaksa hutang di warung. Apalagi kebutuhan selama bulan puasa meningkat,” ujar Dewi.

Sejak Syaiful tak lagi berada di KONI Sumbar banyak masalah yang timbul, namun Kadispora Bustavidia yang merangkap Sekretaris caretaker KONI seakan tutup mata dengan yang terjadi. Apakah ini pertanda olahraga Sumbar balik ketitik nadir seperti PON tahun 2000 di Jatim?

Sebab, hak atlet yang sudah memasuki bulan keempat tidak jelas kapan dibayar. Sementara mereka dituntut latihan keras tanpa ditunjang suplemen yang memadai. Kondisi ini berdampak menurunya motivasi atlet menjalani latihan.”Kami sangat berharap uang bulanan dapat keluar sebelum lebaran,” ujar Rafika Putera mewakili 180 orang atlet Sumbar.

Siapakah yang bertanggungjawab masalah hak atlet? Apakah ditunggu dulu usai terbentuknya kepengurusan KONI priode mendatang.”Saya minta segera bayarkanlah uang bulanan atlet sebelum lebaran. Karena banyak kebutuhan mereka yang harus ditutupi untuk bayar hutang sana-sini,” ucap Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Togi P Tobing. (almadi)   

Baca juga  Gara-gara Pelatih, Atlet Selam Sumbar Tidak latihan

Tentang Penulis: mediasin

Gambar Gravatar
Mediasi News Online Adalah Media Online Yang Menyajikan Berita Sesuai Data dan Fakta, Tanpa Ada Unsur Hoax

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *