oleh

Pele Sang Legenda, Kehilangan Dirinya

Pele, satu-satunya pemain sepak bola yang berhasil mengangkat tiga trofi Piala Dunia ini, sekarang hanya mengurung diri di rumah. Ia sangat sedih karena tak bisa melakukan banyak hal, termasuk untuk sekadar berjalan.

Sang legenda sepak bola Brasil, Pele (79), saat ini merasa sangat depresi karena kesehatannya yang memburuk. Satu-satunya pemain yang bisa meraih tiga trofi Piala Dunia ini sampai tidak mau keluar rumah. Ia sangat malu karena tidak bisa melakukan banyak hal hebat seperti dulu. Pele seperti kehilangan dirinya sendiri.

Kondisi terkini Pele ini diceritakan oleh anaknya, Edinho, dalam sebuah wawancara dengan TV Globo, Senin (10/2/2020). Pele yang bernama asli Edson Arantes do Nascimento sudah kerap masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan berbagai penyakit yang ia derita dalam beberapa tahun terakhir.

Pada April 2019, Pele sukses menjalani operasi pengangkatan batu ginjal di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paulo, Brasil. Sebelumnya, ia juga pernah dirawat karena menderita infeksi saluran air kencing di sebuah rumah sakit di Paris, Perancis. Upaya medis yang pernah dilalui lainnya adalah operasi penggantian pinggul (hip replacement).

Masalah di pinggul itulah yang membuat Pele tidak bisa berjalan sendiri. Ia harus dibantu orang lain atau menggunakan kursi roda. Ia hanya mengurung diri di dalam rumah sepanjang hari. Pada Mei tahun lalu, Pele masih muncul di depan publik bersama mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Sao Paulo.

Kondisinya yang sangat rapuh ini, kata Edinho, yang membuat Pele merasa depresi. ”Bayangkan, dia dulu adalah ’raja’ dan sekarang tidak bisa berjalan. Dia sangat malu soal itu,” kata Edinho.

Dalam sejarah sepak bola, Pele merupakan sosok yang sangat diagungkan berkat aksinya yang selalu ajaib. Ketika menggiring bola, kaki-kakinya selalu menari dan seolah memiliki magnet karena bola yang ia bawa sulit direbut. Pele juga seorang ”ilusionis” karena terlalu sering mengecoh lawan-lawannya.

Baca juga  KONI Sumbar Bidik Data Atlet Cabor Terukur

Salah satu lawan yang pernah terkecoh itu adalah bek Italia, Tarcisio Burgnich, yang menghadapi Pele pada laga final Piala Dunia Meksiko 1970. ”Saya selalu mengatakan pada diri sendiri, ’Pele itu manusia biasa yang memiliki kulit dan tulang’. Ternyata saya keliru,” ujar Burgnich dikutip laman FIFA.

Di Meksiko itu, Pele untuk terakhir kalinya mengangkat trofi Piala Dunia sebagai pemain. Sebelumnya ia berhasil membawa Brasil di puncak dunia pada Piala Dunia 1958 dan 1962. Saking hebatnya, legenda sepak bola Hongaria, Ferenc Puskas, bahkan menolak menyebut Pele sebagai pemain sepak bola. ”Pele lebih dari itu (pemain),” katanya.

Janji Pele

Kehebatan Pele sudah dituangkan dalam sebuah film berjudul Pele: Lahirnya Sang Legenda pada 2016. Dalam film itu digambarkan sepak bola sudah mengalir dalam keluarga Pele. Dondinho, ayah Pele, juga merupakan pemain sepak bola yang kemudian menjadi mentor terpenting dalam perkembangan Pele.

Pada suatu saat, Pele melihat ayahnya menangis karena Brasil dikalahkan Uruguay pada laga final Piala Dunia 1950. Pele ikut sedih dan berkata kepada ayahnya, ”Jangan khawatir ayah, suatu hari saya akan memenangkannya (Piala Dunia) untukmu.”

Janji itu akhirnya bisa dipenuhi bahkan sampai tiga kali. Dodinho tidak keliru memilih nama Edson untuk menamai anaknya.

”Ayah saya menamai saya Edson dari nama Thomas Edison, salah satu penemu terhebat. Saya sangat bangga,” kata Pele.

Di sepak bola, Pele akhirnya menjadi sosok pencipta sepak bola indah yang berhasil menginspirasi banyak pemain hingga saat ini. Setelah tidak lagi bermain bola, ia terus aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan mendirikan yayasan amal The Pele Foundation.

Pele sebenarnya masih ingin terus berjuang terutama dalam kegiatan-kegiatan yang membuat dunia menjadi lebih baik. Pertemuannya dengan Obama tahun lalu merupakan salah satu langkah konkretnya. Mereka membahas apa saja yang bisa dilakukan.

Baca juga  Gerindra Cup, Dipantau Tim Pelatih Semen Padang

Wajar, apabila Pele sekarang merasa tertekan. Ia sedih karena fisiknya sudah tidak seperti dulu dan merasa tidak bisa lagi menyumbang banyak hal. Mungkin ia masih punya janji yang belum terealisasi. Namun, Pele juga harus selalu ingat bahwa dunia akan terus mencintainya dalam kondisi apa pun. (AFP/REUTERS)

 

 

Tentang Penulis: mediasin

Gambar Gravatar
Mediasi News Online Adalah Media Online Yang Menyajikan Berita Sesuai Data dan Fakta, Tanpa Ada Unsur Hoax

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *