oleh

KONI Sumbar Bantah Hoak yang Dibikin Oknum Formatur PABERSI

Padang-Adanya informasi hoak dari oknum abal-abal tim formatur PABERSI Sumbar, dijawab elegan oleh KONI Sumbar, atlet angkat berat bakal didaftarkan ke PB PON XX Papua. Bahkan, membantah atlet yang dikirim bukan 6 orang tapi sesuai lolos PON hanya 5 orang.

“Saya meluruskan informasi hoak yang ditebarkan mengaku oknum formatur PABERSI, semua atlet lolos dan berhak mendaftarkan ke PB PON Papua adalah KONI Sumbar. Jadi tidak ada hubungannya dengan pengurus cabor,” jelas Ketua KONI Sumbar, Syaiful Yahum, (20/1/21).

Disinggung jumlah atlet lolos PON Papua sebanyak 6 orang, disebut Syaiful adalah hoak juga. Kenapa, atlet angkat berat yang lolos lolos lima orang yaitu,  Risa Oktaviani, Iskandar, Aprio, Lamdoras dan Edwin.”Sekali lagi oknum tersebut bikin hoak jumlah atlet yang dikirim. “Mereka mau bikin sensasi tapi tak sesuai fakta. Bagaimana mengurus atlet jumlahnya saja tidak tahu yang dikirim,” sebut mantan  Advocat kota Padang itu.

KONI Sumbar sejak tahun 2020 lalu, sudah mendata jumlah atlet dan pelatih  yang dipersiapkan untuk PON Papua 2021. Bahkan, ditundanya pelaksanaan PON makin panjang persiapan atlet sebelum bertolak ke medan laga.”Jadi kita sejak tahun 2020 persiapkan atlet dilanjutkan sampai PON 2021, “ujar Syaiful.

Lalu bagaimana dengan persoalan PABERSI Sumbar yang mengganggu persiapan atlet? Menurut Syaiful, atlet angkat berat adalah tanggungjawab KONI Sumbar. Semua kebutuhan atlet dan pelatih langsung ditangani KONI. Sedangkan persoalan kepengurusan PABERSI tidak ada masalah. Sesuai keinginan Ketua PABBSI dan ketua tim formatur PABERSI, Busrizen sudah memberikan mandatnya kepada Thomas Gomes dan disetujui KONI Sumbar.

“Sekarang saya tanya dimana letak masalahnya. Apakah mandat yang diberikan ketua tim koordinator formatur Busrizen itu tidak sah. Sebab, mandat diberikan setelah PABBSI dibubarkan bulan Agustus 2020 lalu,” jelasnya.

Baca juga  Koni Lantik Pengurus Perbasi Limapuluh Kota Periode 2020-2024

Sejak Januari sampai Agustus 2020, kata Syaful, cabor angkat berat belum dipecah jadi tiga masih menggunakan nama PABBSI. Bulan September 2020 baru dibubarkan jadi tiga cabang olahraga. “Buktinya, pengambilan dana bulanan atlet dan pengprov PABBSI ke KONI Sumbar masih mengatas namakan yang lama,” jelasnya. (almadi)   

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *